Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang debar, deras kata dan hening hujan..

Layar terkembang, kisah kembali dimulai lengkum senyum di ujung senja dan debar yang demikian meraja "Selalu ada berjuta alasan untuk membawamu serta" katamu "Dan malam ini hanya ada aku dengan segudang tanya, dan engkau yang akan memecahkan karang" wajahnya melukis senyum; bimbang. Lalu kita menyusuri malam, berjalan beriring dibawah temaram lampu kota orang-orang lalu lalang, beberapa mengukir tawa sementara kepalaku penuh tanda tanya "apa yang hendak kau tanyakan, duhai?" tatapan mata tak seperti biasanya, aku melihat binar kata-kata berjatuhan dari atas kepala: ia ingin mengatakan sesuatu, tunggulah hingga membuncah sementara bawalah ia menaiki mesin waktu, mengisahkan lampau dimana semua kisah bermula dan terus saja kepala diputari tanda tanya "Duhai..Apa yang hendak engkau katakan?" Ia menjatuhkan tubuhnya ke belakang sofa sesekali matanya memejam sembari berkata sangat pelan "Mengapa tak pernah mati sega...

Aku, kamu dan hening

"Aku ingin bertemu, membicarakan sesuatu". katamu tetiba debar, waktu berhenti, wajah-wajah mengabur perlahan suara-suara menjadi hilang hanya ada aku, kamu dan hening.. apakah sebuah pecahan kaca akan mengoyak mata? membunuh sebuah kisah, juga rasa?

Perempuan di balik senja

Aku menatap wajahmu lekat-lekat ia seumpama kota dengan lalu lalang orang-orang yang ramai dan engkau diam di sudut rumah sendiri teracuhkan segala hiruk pikuknya. kau nikmati sendiri semua nyanyian rindu sembari sesekali melihat keluar jendela untuk sekedar memandangi senja yang semakin menua kau iringi segala pandang itu dengan desah "haruskah aku menyerah pada dia yang menanti dengan setia?" sementara di seberang kota, seseorang menunggu sesuatu dari balik senja: Jawaban..

Seperti itu

Kisah itu kamu tempat muara segala resah, tanya, gundah, tawa juga rinduku maka hendak kemana waktu membawamu adakah ke beranda penantianku?

i will remember

As I open my eyes to one more day The wind burns my face As it whispers your name As it's pulling me forward It tears me free And the only thing left Is the tears for you and me 'Cause when love breaks the promise The heart has to keep It leaves only truth here to find When the spirit is crushed And hurt is so deep Between you and I Even when love has come and gone And our hearts have moved along I will remember There was a time we had the trust And that always was enough I will remember I will remember you... (Toto)

Tahun kesepuluh

    seorang lelaki memandangi timur langit, pada suatu hari menjelang senja, langit memutarkan cerita. seperti mesin waktu. ia dibawa kesana utuh, tiba-tiba saja ia tersenyum "aku mengingatnya' gumamnya, "wajah itu", tambahnya "yang akan selalu aku bawa hingga berpuluh umurku". ia lalu menghitung jari tangannya, sebanyak itulah bilangan tahun dimana wajahnya tak pernah luruh, menabuhkah derap yang terkadang membuat hatinya runtuh. namun ajaib, semua rapuh itu selalu saja dikalahkan seonggok harap. maka ia kembali tersenyum, hingga sepuluh tahun.     "wajah itu" serunya "selalu menunduk, namun tak ada yang dapat mengalahkan senyumnya, sekalipun lengkung sabit bulan" cerita yang berputar, hingga kisah mereka tak jua usai, entah sampai kapan, namun selalu saja ia nikmati semua debar, juga harapan-harapan setinggi awan yang diarak angin menuju barat, lalu tenggelam, hilang ditelan malam.     mereka sedekat langit dan awan, hingga orang-ora...