langit saat itu dalam puncak terik, membakar siapapun yang berani melawannya, ia kirimkan juga debu yang sungguh akan memerah mata karenanya. kebanyakan orang2 akan memilih menepi saja dari terik itu, teduh rumah atau kantor tetntunya jauh lebih baik daripada harus menghadapi puncak terik seperti itu. tapi tidak bagi aku dan beberapa teman yg lain, kami mengejek matahari. sambil ditemani gelak tawa kami tdk merasakan susah sedikitpun karena panas, kami tetap saja bermain bola seperti biasanya walau lapangan jadi penuh debu saat itu. ya seperti biasanya bada pulang sekolah aku dan beberapa teman lain bermain bola di lapang porda, lapangan sepakbola yg terletak di belakang rumah. biasanya pulang sekolah sd itu aku pulang ke rumah sebentar, ganti baju lalu berlari ke lapangan bola, tak jarang jug alangsung main bola kalau besoknya sekolah libur. Sejak kecil aku sudah mencintai sepakbola, salah satu alsannya mungkin karena ada lapan...
gundah yang menjelma kata, lalu menari, bercerita...