mungkin kita selalu merasa lemah hati saat berkata
namun begitulah cinta, ia selalu saja membutuhkan kata
ia tak mampu menerjemahkan tatapan mata, atau rindu yang digubah jadi puisi setebal 100 halaman
ia tetap haruslah menjadi kata, menjadi suara yang didengar telinga
tatapan matamu tidaklah menjadi apa-apa tanpa kata
senyummu takkan mampu menjadi sesuatu tanpa kata
sikapmu takkan menjadi arti tanpa kata
rindumu hanya akan menjadi sesak tanpa kata
begitulah, jika kamu mencinta maka kamu harus berkata
menjadikannya gelombang suara yang didengar telinga
atau setidaknya menjadi tulisan yang mampu dibaca mata
karena cinta tanpa kata, hanya bagaikan angin yang membelai
engkau takkan tahu apa arti belaiannya
apakah kabar akan hujan?
atau sesuatu yang akan melenakkanmu pada lelap siang?
cinta adalah kata-kata, maka berkatalah jikalau engkau benar-benar cinta..
gundah yang menjelma kata, lalu menari, bercerita...
Komentar
Posting Komentar