Langsung ke konten utama

Postingan

Refleksi 291112

Usiaku semakin senja Usiaku semakin tua Ajalku semakin dekat Malaikat maut kan menjemput.. (Hawari) Apa yang bisa dimuhasabi dari sebuah pertambahan umur selain kesejatian bahwa justru umur semakin berkurang, semakin habis jatahnya. Lalu apa yang telah dipersiapkan sebagai bekal kepulangan kelak?

ah..

Tetiba hening.. siapa yang mesti disalahkan? mengapa mereka tak sabar pada putaran waktu atau gerak awan, atau rasi bintang seperti membangun suatu bangunan seketika saja hancur, oleh badai gurun. lalu bagaimana sekarang? adakah yang sanggup kembali menyatukan keping-keping harapan?

Lautan kata-kata

Betapa banyak yang merasakan cinta, namun tak pandai merubahnya jadi lautan kata-kata. Karena baginya ungkapan cinta laksana melukis pada sayap kupu-kupu, yang kemudian terbang mengitari taman bunga, biru langit dan putih awan. ia memilih diam saja seperti para penunggu hujan, sesekali ia bentangkan senyum pada angin yang membelai wajahnya, tak jarang pula ia menekuk wajahnya saat mentari perlahan menampakan diri di kepulan awan. Ia tambatkan dirinya pada sekantung harapan, padahal ia tahu, bisa saja isinya hanya debu. maka nikmati saja rindu yang menangkup, menyiksa di kala sepi, membunuh di saat sunyi nyerinya hingga ke ulu hati, lalu semua yang engkau lihat kemudian hanyalah wajah. wajah yang melukiskan dirinya di rona matamu, bahkan saat terlelapmu. Nikmati saja semua debar saat mata mendamba jumpa, kata yang bersambut jawab, juga wajah yang menjelma nyata. Tepat dihadapanmu. nikmati saja semua itu, kecuali engkau benar-benar pandai melukiskannya menjadi lautan kata...

Selamat tinggal..

Apa kabar kenangan? aku melihatnya pada nisan yang mulai berlumut retak batunya, tergerus bumi aku memandangnya penuh senyum, lalu merayakannya mungkin kau telah benar-benar mati. aku simpan sekuntum kamboja yang mulai pudar warnanya ia telah layu bahkan sebelum kupetik aku simpan sebagai tanda, harapku sudah mati sepertinya. selamat tinggal..

Senja di Palestina..

Senja di palestina, bidadari berbaris rapi menyambut para syuhada, sebagian berebut ruh mereka di tanah-tanah ajaib; Gaza.. Senja di Palestina.. raungan cekaman silih berganti rasa: syahid yang dimimpikan, syurga yang dijanjikan.. Senja di Palestina.. jutaan do'a bersayap cahaya menembus langit, beberapa mengiringinya dengan air mata, juga sesak; hanya itu yg dia bisa Senja di Palestina.. sesaat lagi fajar kemenangan akan tiba, menerbitkan cahaya di timur yang mengangkasa, dari Gaza.. 

Kamu adalah..

kamu adalah lautan kata-kata dan aku tenggelam didasarnya kamu adalah rimbun hutan rindu dan aku tersesat didalamnya kamu adalah rinai hujan lara dan aku basah karenanya dan kamu adalah matahari pedih dan aku terbakar olehnya