Langsung ke konten utama

Syair malam; tentang sepi..

Dari utara, seseorang berlari dari sepinya, menuju tempat yang tak akan ada.


 Aku suka bermain dengan sepi. Tak perlu kata atau aksara. Ia memahamiku lebih dari semesta.


Kau yang mengajarkanku tentang sepi, hingga kau pergi dan kini rindu tak lagi menepi


Di syair yang lain, sepi ialah ramai yang dicari-cari. Sementara kaulah kata-kata luka; berpesta pora di dalamnya.


Akan kujadikan kau laut, atau langit; yang biru, yang mampu menampung luas kesepianku


Puisi punya sepinya sendiri, katamu. Tapi, beranjak dari mata telaga ke kota-kota, dan menuliskannya di sana.


Aku meletakkan puisi kesepian dan sebilah pisau di atas meja; seorang lelaki tertatih, ditikam bayangannya sendiri.


Dari apa sepi diciptakan? Dari langit yang merendah, jalan-jalan terbelah, dan jerit sepi yang tak mati-mati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang debar, deras kata dan hening hujan..

Layar terkembang, kisah kembali dimulai lengkum senyum di ujung senja dan debar yang demikian meraja "Selalu ada berjuta alasan untuk membawamu serta" katamu "Dan malam ini hanya ada aku dengan segudang tanya, dan engkau yang akan memecahkan karang" wajahnya melukis senyum; bimbang. Lalu kita menyusuri malam, berjalan beriring dibawah temaram lampu kota orang-orang lalu lalang, beberapa mengukir tawa sementara kepalaku penuh tanda tanya "apa yang hendak kau tanyakan, duhai?" tatapan mata tak seperti biasanya, aku melihat binar kata-kata berjatuhan dari atas kepala: ia ingin mengatakan sesuatu, tunggulah hingga membuncah sementara bawalah ia menaiki mesin waktu, mengisahkan lampau dimana semua kisah bermula dan terus saja kepala diputari tanda tanya "Duhai..Apa yang hendak engkau katakan?" Ia menjatuhkan tubuhnya ke belakang sofa sesekali matanya memejam sembari berkata sangat pelan "Mengapa tak pernah mati sega...

Cinta Gila

    Sebagian orang menyebutnya cinta buta, cinta yang teramat sangat. Hingga melupakan segalanya. Ketidakmungkinan, ketabuan, segala yg buruk. Semuanya jadi tak nampak lagi, tak lagi berarti, buta, pada tahap berikutnya ia mungkin menjelma gila, cinta gila, segala apa yang ia pikirkan, ia harap pada rentang waktu yg dekat hanyalah satu ; orang yang ia cintai. Seperti orang yang menjambak-jambak rambutnya, kemudian berteriak lantang sembari wajah menegadah langit dan mata yg terpejam, menahan tangis.     Kebanyakan cinta seperti ini ada pada kisah2 cinta yang tak sampai, segalanya menjadi gelap kemudian, dunia seolah menghimpitnya, bahkan mencaci Tuhan mengapa ia benamkan cinta yang hanya pada dirinya, cinta tanpa penyatuan. Penuh tanya ia pada Tuhan tanpa ia memeriksa pandangan yang ia sembarang umbar, kagum yang ia pendam dalam-dalam, cinta yang ia sendiri semai dengan pendekatan2  bahkan diam2 ingin tahu apapun, segalapun apa yang  ia orang ...

Senja di Palestina..

Senja di palestina, bidadari berbaris rapi menyambut para syuhada, sebagian berebut ruh mereka di tanah-tanah ajaib; Gaza.. Senja di Palestina.. raungan cekaman silih berganti rasa: syahid yang dimimpikan, syurga yang dijanjikan.. Senja di Palestina.. jutaan do'a bersayap cahaya menembus langit, beberapa mengiringinya dengan air mata, juga sesak; hanya itu yg dia bisa Senja di Palestina.. sesaat lagi fajar kemenangan akan tiba, menerbitkan cahaya di timur yang mengangkasa, dari Gaza..