Langsung ke konten utama

Selamat Malam

Pada kisah2 yg tak sampai atau cinta yg tak terungkapkan
hendaklah tak kita ucapkan belasungkawa krn bisa saja itu kisah aku,kamu,kita..
Kita berusaha menyiramnya mungkin,namun ia layu sebelum berkembang.
apa kuasa kita pada tanah yg tak subur dan langit yg tak mengandung air.. 
Langitmu berbeda sekarang..mungkin takkan kau temukan aku memandang mengagumi terang,
Mungkin kita tak menduga tinggi tebing, hingga waktu membuat kita bergeming : ah sepertinya tak akan mampu kudaki puncak langit
Mungkin salah, mungkin juga benar..karena setelah tebing kan kau temukan jurang yang menganga dalam dan lebar,membuat nyalimu ciut,hilang..
Padahal bisa saja keduanya kau lintasi dg sekali kepak sayap. Jika kau sabar menanti angin membawamu serta..
Kini kusematkan padamu tanda jasa, atas segala yg pernah langit ceritakan tntang awan yg tak membawa hujan dan angin yg trlambat datang..
Aku pasangkan juga nisan atas bunga yg layu sebelum berkembang, mati ditelan gersang dan angin yg terlambat datang..
lalu aku pergi..meninggalkan pekuburan yg penuh dg nisan bertuliskan : kenangan.
Selamat malam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

di sebuah senja

merindukan puisi yang biasa lahir dari senjamu kemana gerangan sekarang ia berlabuh? pun senyummu, pun tawamu, pun hadirmu kemana sekarang ia mengaduh?

Tentang debar, deras kata dan hening hujan..

Layar terkembang, kisah kembali dimulai lengkum senyum di ujung senja dan debar yang demikian meraja "Selalu ada berjuta alasan untuk membawamu serta" katamu "Dan malam ini hanya ada aku dengan segudang tanya, dan engkau yang akan memecahkan karang" wajahnya melukis senyum; bimbang. Lalu kita menyusuri malam, berjalan beriring dibawah temaram lampu kota orang-orang lalu lalang, beberapa mengukir tawa sementara kepalaku penuh tanda tanya "apa yang hendak kau tanyakan, duhai?" tatapan mata tak seperti biasanya, aku melihat binar kata-kata berjatuhan dari atas kepala: ia ingin mengatakan sesuatu, tunggulah hingga membuncah sementara bawalah ia menaiki mesin waktu, mengisahkan lampau dimana semua kisah bermula dan terus saja kepala diputari tanda tanya "Duhai..Apa yang hendak engkau katakan?" Ia menjatuhkan tubuhnya ke belakang sofa sesekali matanya memejam sembari berkata sangat pelan "Mengapa tak pernah mati sega...
     Ada yang nanya, kenapa akhir-akhir tulisan di blog saya jadi seperti "hitam, sesak, kelam" apakah itu gambaran diri saya sekarang? Saya tersenyum saat itu, lalu menjelaskan bahwa semua yang saya tulis tidak selalu menggambarkan isi hati, kebanyakan seperti itu malah.     Yang saya tulis biasanya hasil pengelanaan saya ke masa lampau, istilahnya adalah: mengenang. Dari kejadian-kejadian yang saya alami dulu, saya kemudian merangkaikannya menjadi kata-kata, lalu masing-masing kalimatnya saya sayapi biar bisa terbang di langit khayal. saya seperti tenggelam dalam lautan nostalgia ketika membacanya, bagaimanapun saya pernah mengalami jatuh cinta, memendam rasa, rindu bahkan pedih. Entah kenapa, tiba-tiba saja ingin menaiki mesin waktu, menyalakan mesinnya, lalu berkelana ke masa-masa lampau itu, lalu mnuliskannya jadi bait-bait kisah.     Terkadang juga inspirasi tulisan itu datang dari hasil mendengar, atau bahkan mendengar satu pata...